Daftar Algoritma Google dari Waktu ke Waktu Lengkap

Secara definisi, algoritma Google adalah sebuah sistem peringkat yang menentukan konten di Search Engine Result Page (SERP) paling relevan dengan kata kunci yang kita cari. Pada dasarnya, algoritma mesin pencari Google terus mengalami perkembangan; baik perubahan, update, maupun penambahan.

Tujuannya Google ingin meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) ketika mencari informasi apapun melalui mesin pencarinya. Kaitannya dengan SEO, memahami algoritma secara tepat akan menentukan strategi yang bisa kita pakai untuk nangkring di halaman pertama.

Begitu pula untuk menulis konten artikel, bahwa penulis konten (content writer) harus memahami algoritma khususnya SEO on page terbaru supaya konten yang dibuat berkualitas dan sesuai dengan ketentuan Google.

Faktanya, Google pernah melakukan update algoritma hingga 3.600 kali dalam satu tahun saja! Google lebih condong untuk melakukan lebih banyak eksperimen untuk melihat hasil secara nyata terhadap user experience daripada menggunakan pendapat/opini teknisi mereka.

“Teknisi kami memiliki banyak ide untuk membuat hasil Anda lebih berguna. Tapi kami tidak mengikuti firasat atau pendapat ahli. Kami mengandalkan pengujian ekstensif dan memiliki proses evaluasi yang ketat untuk menganalisis metrik dan memutuskan apakah akan menerapkan perubahan yang diusulkan,” tulis Google di Rigorous testing.

Daftar Algoritma Google dari Waktu ke Waktu Lengkap

Algoritma Google sejak Tahun 2010 – Sekarang

Macam-macam algoritma Google update setiap tahun, yang mana seringkali sudah ada pemberitahuan terlebih dulu untuk para webmaster tentang perubahan inti dari algoritma lawas. Sehingga webmaster dapat mempersiapkan sebelum perilisan algoritma tersebut.

Kalau kita melihat sejarah algoritma Google yang pertama, mulai dari tahun 2003 yang bernama Google Florida Algorithm (the first major algorithm update). Dari waktu ke waktu kemudian muncul update baru berikutnya, misalnya pada 2005 ada update yang lebih fokus tentang link building website dalam menentukan ranking di SERP.

Pada kesempatan kali ini, saya hendak mengulas secara ringkas apa saja algoritma Google sejak tahun 2010 (12 tahun ke belakang). Berikut penjelasannya!

1. Algoritma Caffeine (2010)

Sistem update algoritma Caffeine pada tahun 2010 mengubah dari sistem yang lama dalam hal index konten. Sehingga dapat dikatakan yang semula old index menjadi Caffeine index. Pada intinya, sistem index Google satu ini sangat potensial di masanya.

Ketika webmaster melakukan update konten di website, maka akan lebih cepat muncul di SERP. Begitu pula pengguna internet yang mencari sesuatu melalui mesin pencari ini, hasil yang ditampilkan juga semakin cepat muncul.

Informasi lebih lengkap tentang algoritma ini bisa kalian baca-baca di Caffeine Algorithm Update (8 Juni 2010).

2. Algoritma Penguin (2012)

Setelah update algoritma Penguin, Google mampu dengan mudah mendeteksi link/tautan situs yang spam. Termasuk memberi tautan dari situs web lain yang mengarah ke situs web kita. Apakah tautan tersebut benar-benar natural atau hanya buatan.

Saat terdeteksi link spam, maka peringkat website bersangkutan di SERP akan turun drastis. Secara langsung hal ini akan berimbas pada traffic organik yang juga ikut turun.

3. Venice Google Update (2012)

Apakah kalian pernah mencari sesuatu di Google yang berkaitan dengan tempat atau lokasi geografis? Peran Venice update dari Google sejak 2012 yang berperan di sini.

Pada intinya, update ini akan menampilkan hasil pencarian pengguna yang paling relevan berdasarkan letak geografis pencari. Maka dari itulah, pembaruan algoritma satu ini mendukung bisnis lokal, wisata, kuliner, dan yang berkaitan dengan tempat/geografis.

4. Pirate Google Update (2012)

Masih di tahun yang sama, Google meluncurkan pembaruan yang berfokus pada pelaporan pelanggaran hak cipta digital. Google akan melakukan verifikasi laporan, baik website kecil maupun raksasa, yang melakukan pelanggaran.

Saat mereka memutuskan website tersebut valid melakukan pelanggaran Digital Millennium Copyright Act (DMCA), maka tanpa pandang bulu peringkatnya di SERP anjlok. Kalau yang dilaporkan merupakan URL artikel, maka artikelnya turun. Sedangkan kalau yang dilaporkan homepage, dengan kata lain semuanya copy paste, bisa jadi websitenya menghilang dari pencarian.

5. Algoritma Google Hummingbird (2013)

Pada teknologi yang Hummingbird usung, tidak selalu keyword yang dicari pengguna akan menampilkan kata yang benar-benar sesuai. Sebagai contoh, saat saya mencari tokoh paling inspiratif sepanjang masa kata-kata tersebut bisa jadi hanya sebagai garis besar algoritma pencarian.

Kemunculan di SERP mungkin berbeda dengan apa yang kita cari, namun tetap memberikan hasil paling relevan.

Intinya, Google melalui update ini mampu memahami apa yang benar-benar pengguna cari. Termasuk bagaimana mengelola informasi untuk menyajikan konten paling relevan. Maka dari itulah, penulis konten maupun pakar SEO sebaiknya menerjemahkan, mendeskripsikan, dan memberi informasi yang sesuai dengan topik pembahasannya.

6. Pigeon Google Update (2013)

Algoritma Pigeon merupakan kelanjutan dari pencarian lokal yang relevan. Ditambah dengan kemunculan review/rating/penilaian oleh audiens lokal. Pigeon Google rilis pada 20 Agustus 2013, perombakan dan penambahan pencarian lokal tersebut sampai sekarang masih diterapkan dan berjalan.

7. HTTPS dan SSL Update (2014)

Fokus dalam memberikan peringkat untuk website dengan karakteristik ‘aman’. Pengguna akan lebih mudah mengaksesnya karena keamanan merupakan prioritas bagi Google. Pemakaian fitur pencarian di mesin pencari, Gmail, atau Google Drive secara otomatis punya sambungan aman ke Google.

Lebih dari itu, tidak hanya fitur-fitur di atas, Google mengembangkan keamanan untuk jaringan yang lebih luas pada website-website di luar milik perusahaan raksasa itu. Sampai saat ini pun juga masih berjalan, sehingga website dengan HTTPS/SSL dianggap aman oleh mesin pencarian Google.

Informasi lengkap dengan update HTTPS/SSL pada tahun 2014 bisa kalian baca lebih lanjut di HTTPS as a ranking signal.

8. Algoritma Google Mobilegeddon (2015)

Mengapa situs yang mobile friendly lebih Google sukai? Sejak kapan hal tersebut diterapkan? Tahun 2015, Google meluncurkan algoritma sistem Mobilegeddon yang berfokus pada keramahan situs terhadap akses di ponsel.

Pada fase ini para developer mulai merancang tema/template website yang memenuhi persyaratan mobile friendly untuk mengubah tampilan lamanya. Menerapkan page halaman yang ramah seluler sangat penting bahkan sampai dengan sekarang.

Maka dari itulah tetap utamakan pengalaman pengguna, ya.

9. Rankbrain Google Update (2015)

Oktober 2015 Google memperkenalkan Rankbrain yang bersumber dari data-data dalam basis server. Artinya, Google lebih dulu mengumpulkan data dari berbagai macam sumber, kemudian algoritma mengambilnya dari data tersebut. Kemudian dicocokkan dengan hasil penelusuran yang paling relevan untuk pengguna.

Algoritma ini bisa mengelola data-data dan mengajari dirinya sendiri dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, Rankbrain merupakan kecerdasan buatan dengan tujuan memberi hasil terbaik untuk pengguna Google.

10. Algoritma Google Possum (2016)

Mungkin kalian pernah mencari sesuatu justru muncul maps/peta lokasi lokal yang relevan dengan apa yang kalian cari. Peta tersebut muncul di bilah sisi kanan atau bagian paling atas jika mengaksesnya via mobile. Pada kasus ini, update Possum Google yang paling berpengaruh.

Sehingga Possum menjadi algoritma yang sangat penting untuk meningkatkan serta memunculkan SEO lokasi lokal di peringkat paling atas. Penentuan lokasi tersebut berdasarkan kata kunci yang kalian cari dan lokasi pengguna.

11. Intrusive Interstitial Update Ads (2017)

Fokus pada penempatan iklan yang mengganggu user experience (namun tampaknya algoritma ini sudah usang). Sebab, media pemberitaan daring masih bebas dan leluasa meletakkan iklan di mana saja tanpa adanya penurun ranking.

Berbeda ketika kalian mempunyai website, memasang iklan pop-up yang menutupi sebagian besar halaman artikel. Maka Google menganggapnya sebagai pelanggaran. Pada akhirnya, website kalian mendapat penalti yang berakibat pada penurunan ranking organik.

12. Mobile Page Speed Update (2018)

Selain dalam sisi tampilan yang mobile friendly, update Mobile Page Speed pada tahun 2018 berfokus kecepatan akses di perangkat seluler. Maka dari itulah, website dengan kecepatan akses baik, dapat memperoleh ranking, sedangkan yang punya akses lambat akan turun.

Guna mengetes kecepatan akses website, Google sudah menyediakan tools untuk melihat baik di versi mobile maupun versi desktop di PageSpeed.

13. Algoritma Google Medic (2018)

Banyak webmaster yang mengeluhkan tentang pembaruan ini. Sebab Medic Update berkaitan dengan beberapa faktor sebagai berikut.

  • a) Keahlian
  • b) Otoritas
  • c) Kepercayaan

Website yang memiliki ketiganya dalam konten online, peringkatnya semakin naik dan bertahan di sana. Sedangkan kalau website kalian tidak mempunyai tautan balik, jarang update konten, tidak ada pembaruan, serta tidak ada profil penulis konten. Maka ini bisa menjadi kemunculan masalah, yaitu ranking yang menurun.

14. Algoritma Google Bidirectional Encoder Representations from Transformers (2019)

Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT) menjadi angin segar untuk para penulis storytelling yang menggunakan bahasa manusia (bukan formal seperti robot). BERT membantu mesin pencari menemukan konten yang sesuai dengan pemahaman kata dalam kalimat manusia tersebut. Tujuannya guna menghadirkan konten yang paling relevan serta sesuai dengan kueri penelusuran pengguna.

15. Featured Snippet Google Update (2020)

Fitur snippet Google muncul pada 2020, yang mana berdasarkan kueri penelusuran, Google memilih salah satu dari 10 website paling relevan di page one untuk diberi kutipan secara langsung. Jadi, pengguna bisa melihat garis besar informasi yang mereka butuhkan tanpa harus masuk ke URL bersangkutan.

16. Passage Ranking Update (2021)

Konten panjang (lebih dari 1.500 kata) memungkinkan penulis membahas berbagai macam hal. Bahkan bisa saja lepas dari pembahasan utama. Untuk menerapkan algoritma ini, kalian perlu membahas hal yang benar-benar relevan berdasarkan kata kunci utama atau fokus topik pembahasan.

Sebab, Google bisa saja membagi konten panjang menjadi beberapa bagian dalam SERP, kemudian memberi peringkat tersendiri pada mereka. Maka dari itulah, untuk para content writer, usahakan density kata kunci merata agar artikel benar-benar berkualitas menurut algoritma ini.

17. Produk Review Update (2021)

Fungsi update ini adalah untuk membantu pengguna menilai berdasarkan review produk dari website kita. Oleh karenanya, Google lebih mengutamakan konten review produk yang lengkap, seperti adanya contoh dan penilaian (bintang) di artikelnya.

Meski kabarnya algoritma ini hanya untuk konten dengan bahasa Inggris, bukan berarti kita mengabaikannya begitu saja. Kelengkapan fitur yang membantu pengguna lebih diutamakan. Review dari para ahli, kelebihan dan kekurangan, serta penilaian merupakan faktor yang penting sekali.

18. Page Experience Update (2021)

Update Page Experience terbaru pada Juni 2021 lalu. Yang mana Google akan menilai pengalaman pengguna yang mengakses website kita berdasarkan beberapa indikator. Beberapa indikator tersebut antara lain:

  • a) Gambar konten dan pemuatan (optimasi gambar)
  • b) Penundaan input pertama
  • c) Tata letak kumulatif halaman desktop
  • d) Halaman mobile friendly
  • e) Core web vitals
  • f) Penggunaan HTTPS/SSL
  • g) Penerapan intrusive interstitials (lihat poin 11, update 2017 di atas)

Ketika Google menilai bahwa konten website memberi pengalaman yang baik, maka peringkat website bisa naik. Begitu juga sebaliknya, ketika Google menilai bahwa konten website memberi pengalaman yang buruk, maka peringkat website bisa turun.

19. Core Update

Apakah kalian tahu bahwa core update aktif dari waktu ke waktu? Google menerapkan algoritmanya yang masih relevan dan aktif sampai sekarang. Pada dasarnya, webmaster tidak perlu khawatir ketika ada update core web.

Meski begitu harus tetap mempersiapkan, update berita dari Google, serta menerapkan pembaruan pada artikel-artikel baru maupun update artikel lama. Algoritma Google ini bisa webmaster antisipasi dengan memberikan konten berkualitas, original, terdapat sumber terpercaya, minim iklan, serta mobile friendly.

Optimasi dengan benar dan natural, baik optimasi SEO on page, off page, maupun technical sangat penting webmaster terapkan.

Penjelasan Algoritma Google Visual Video (BlogTips)

Apakah Khawatir dengan Update Google Terbaru di Masa Depan?

Intinya, Google tetap berfokus memberikan konten berkualitas dan relevan berdasarkan apa yang pengguna cari. Ketika website kalian benar-benar memberikan konten dan pengalaman terbaik, maka tidak perlu khawatir ketika ada update lagi.

Bukan malah turun, justru website kalian bisa naik. Berada di posisi lebih atas daripada website dengan penilaian yang lebih rendah menurut Google. Algoritma Google akan membantu webmaster yang memberi konten berkualitas mendalam.

Posting Komentar