Teknik AIDA+S dalam Copywriting, Penting untuk Marketing

Dalam dunia copywriting, promosi, dan perkenalan produk tentunya tidak lepas dengan teknik AIDA. Formula AIDA kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action, serta S untuk Satisfaction.. Bagi para copywriter, menerapkan teknik tersebut cukup penting.

Pasalnya, melakukan promosi yang terlanjur mengeluarkan modal cukup besar, ketika target promosi tidak tercapai akan mengalami kerugian. Maka dari itulah, copywriting yang tidak tepat cukup riskan.

Berbeda dengan content writing, copywriting membutuhkan kreativitas serta inovasi lebih dalam mengubah halaman kosong menjadi sangat menarik bagi calon pelanggan. Lantas, bagaimana menerapkan teknik AIDA dalam penulisan konten untuk promosi?

Teknik AIDA dalam Copywriting dan Storytelling

Konten Promosi Teknik AIDA/AIDAS yang Tepat

Tujuan utama formula ini tidak sekadar pembaca terkesan dengan mengatakan wow. Melainkan sampai melakukan tindakan (action) seperti membeli produk, atau setidaknya menghubungi lewat narahubung.

Dengan action nyata tersebutlah, promosi menggunakan teknik AIDA bisa dikatakan sukses.

1. Attention (Perhatian)

Perhatian dalam teknik membuat konten promosi ini mengedepankan kecepatan untuk menarik perhatian. Menurut sebuah penelitian, waktu yang menentukan apakah pembaca tertarik atau tidak dengan konten kita hanya 8 detik atau kurang.

Waktu yang sangat singkat, ya.

Maka dari itulah, bagian atas dari konten harus menarik. Bagian tersebut antara lain: judul, kalimat pertama, atau gambar.

Pembaca akan terus membaca konten sampai akhir jika ia benar-benar membutuhkannya. Misalnya seorang mahasiswa yang sedang riset materi untuk tugas akhirnya.

Sedangkan dalam konten copywriting di sini sasaran kita bukan hanya mahasiswa. Melainkan semua orang yang punya kemungkinan untuk melakukan action.

Perhatikan hal ini.

  • a) Gunakan judul yang menarik, pastikan judul tidak melenceng dari isi. Karena kalau melenceng, kekecewaan dari pembaca bisa berakibat fatal. Misalnya: Panu Hilang dalam 2 Hari Tanpa Risiko, Produk yang Juga Dipakai Presiden. Saat menggunakan judul tersebut, berikan data faktual bahwa panu benar-benar hilang dalam 2 hari. Serta produk tersebut benar-benar dipakai oleh presiden.
  • b) Featured image bisa Anda sesuaikan dengan jenis website masing-masing. Misalnya dengan menambah dekorasi yang tidak berlebihan, menambah teks yang mudah dibaca, serta desain menarik yang berkaitan dengan permasalahan calon konsumen. Produk yang Anda promosikan sebagai jawaban dari masalah konsumen tersebut.
  • c) Kalimat pertama juga ikut andil dalam menarik perhatian calon pembeli. Gunakan faktanya, 20% penderita panu melakukan hal gila dalam menghilangkannya. Jangan gunakan, produk anti panu ini sangat super karena bisa menyembuhkan penderita hanya dalam 2 hari.

Beberapa hal di atas hanya sebagai contoh. Tentu saja, Anda harus menyesuaikan dengan produk, tujuan, dan ciri khas website masing-masing.

2. Interest (Minat)

Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan minat dalam teknik AIDA di tulisan Anda adalah menunjukkan dampak terburuk. Misalnya panu dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mengubah kehidupan Anda selamanya. Kemunculan pertama di bagian tubuh tertentu, harus menjadi kemunculannya yang terakhir.

Selanjutnya, Anda bisa menambah hal-hal yang bersifat fakta/informasi, statistik hasil penelitian, kondisi ideal/wajar, dan alasan perlunya menggunakan produk Anda

3. Desire (Menginginkan)

Buat kalimat yang membangkitkan keinginan calon pembeli atas produk Anda. Faktanya, mereka tidak peduli dengan Anda, mereka hanya peduli dengan diri sendiri dan bagaimana mengatasi masalahnya sekarang ini.

Misalnya produk dari bahan ekstrak kulit komodo laut yang dikemas dalam ukuran besar. Cara terbaik menghilangkan panu hanya dengan satu olesan lembut. Bahkan, ketika panu Anda hilang, produk masih bisa digunakan untuk anak cucu Anda kelak.

Ungkapkan sedikit bagian untuk hal-hal yang membutuhkan pikiran, misalnya bahan-bahan dengan nama ilmiah. Kemudian beri lebih banyak bagian untuk hal-hal yang menunjukkan manfaat produk.

4. Action (Tindakan)

Dalam penerapan teknik AIDA untuk konten promosi, Anda bisa memasukkan teknik softselling maupun hardselling. Tunjukkan media sosial portofolio dan testimoni dari konsumen, tunjukkan website Anda, berikan tombol kontak (nomor telepon kantor atau email profesional), serta lokasi berupa maps.

5. Satisfaction (Kepuasan) 

Pada dasarnya, kualitas dari produk harus sesuai dengan apa yang Anda deskripsikan sebelumnya. Harga yang masuk akal juga berpengaruh demi memperoleh kepuasan dari pelanggan. Ada banyak benefit jika pelanggan Anda puas, hal inilah yang menjadi nilai plus untuk berkembangnya bisnis. 

Bukankah pembeli tersebut bisa datang kembali untuk mencari produk (barang maupun jasa) dari Anda? Bukankah ini bisa menjadi sarana promosi berdasarkan kepuasan pembeli melalui review?

Tahap akhirnya, Anda perlu menyusun semua bagian dari Attention, Interest, Desire, Action, + Satisfaction menjadi utuh. Ingatlah bahwa membuat diksi yang menarik sangat penting, namun tidak berlebihan adalah wajib.

Menerapkan Teknik AIDA dalam Copywriting dan Storytelling

Kedua jenis tulisan tersebut, copywriting dan storytelling merupakan yang paling efektif dalam menerapkan formula ini. Pasalnya, tulisan promosi untuk iklan misalnya, tidak membutuhkan teks yang terlalu panjang. Berbeda dengan konten artikel informatif dalam penulisan content writing.

Di sisi lain, penggunaan diksi atau bahasa persuasif yang bersifat mengajak mutlak Anda gunakan. Mulai dari hal menarik, dampak terburuk jika tidak segera mengatasi masalah, apa manfaat yang konsumen butuhkan, serta akhiri dengan call to action baik softselling maupun hardselling. Demikian informasi mengenai teknik AIDA, Anda bisa menjajal menggunakan jasa saya untuk tulisan model ini.

Posting Komentar